Minggu, 30 Agustus 2009

adap bergaul dalam islam



"Semoga bermanfaat"






Adab bergaul dengan manusia merupakan bagian dari akhlakul karimah (akhlak yang mulia). akhlak yang mulia itu sendiri merupakan bagian dari dienul Islam.

Walaupun prioritas pertama yang diajarkan olah para Nabi adalah tauhid, namun bersamaan dengan itu, mereka juga mengajarkan akhlak yang baik. Bahkan Nabi Muhammad Shalallahu ′alaihi wassalam diutus untuk menyempurnakan akhlak. beliau Shalallahu ′alaihi wassalam adalah seorang manusia yang berakhlak mulia.

Alloh berfirman.

Artinya : Dan sesungguhnya engkau berada di atas akhlak yang agung.[QS. Al-Qalam: 4]
Dan kita diperintahkan untuk mengikuti beliau, taat kepadanya dan menjadikannya sebagai teladan dalam hidup.

Alloh telah menyatakan dalam firman-Nya :

Artinya : Sungguh telah ada pada diri Rasululloh itu contoh teladan yang baik
[QS. Al-Ahzab : 21]

Dengan mempraktekkan adab-adab dalam bergaul, maka kita akan memperoleh manfaat, yaitu berupa ukhuwah yang kuat diantara umat Islam, ukhuwah yang kokoh, yang dilandasi iman dan keikhlasan kepada Alloh

Allah telah berfirman.
Artinya : Dan berpegang teguhlah kalian denga tali (agama ) Alloh bersama-sama , dan janganlah kalian bercerai-berai, Dan ingatlah nikmat Alloh yang telah Alloh berikan kepada kalian, ketika kalian dahulu bermusuh-musuhan, lalu Alloh lunakkan hati-hati kalian sehingga dengan nikmat-Nya, kalian menjadi bersaudara, padahal tadinya kalian berada di tepi jurang neraka, lalu Alloh menyelamatkan kalian daripadanya.

Demikianlah Alloh menjelaskan kepada kalian ayat-ayatnya, agar kalian mendapat petunjuk
[QS. Al-Imran : 103].

Oleh karena itu, adab-adab bergaul ini sangat perlu dipelajari untuk kita amalkan. kita harus mengetahui, bagaimana adab terhadap orang tua -- saudara kita, istri kita, adab seorang istri terhadap suaminya, adab terhadap teman sekerja atau terhadap atasan dan bawahan.

Jika kita seorang da′i atau guru, maka harus mengetahui bagaimana adab bermuamalah dengan da′i atau lainnya dan dengan mad′u (yang didakwahi) atau terhadap muridnya.

Demikian juga apabila seorang guru, atau seorang murid atau apapun jabatan dan kedudukannya, maka kita perlu untuk mengetahui etika atau adab-adab dalam bergaul.


Kurang mempraktekkan "etika bergaul", menyebabkan dakwah yang haq dijauhi oleh manusia. Manusia menjadi lari dari kebenaran disebabkan ahli haq atau pendukung kebenaran itu sendiri melakukan praktek yang salah dalam bergaul dengan orang lain.

Sebenarnya memang tidaklah dibenarkan seseorang lari dari kebenaran, disebabkan kesalahan yang dilakukan oleh orang lain.

Jika inti ajaran yang dibawa oleh seseorang itu benar, maka kita harus menerimanya, dengan tidak memperdulikan cara penyampaiannya yang benar atau salah, etikanya baik atau buruk, akan tetapi pada kenyataannya, kebanyakan orang melihat dulu kepada etika orang itu.

Oleh karena itu, mengetahui etika ini penting bagi kita, sebagai muslim yang punya kewajiban saling menasehati sesama manusia, agar bisa mempraktekkan cara bergaul yang benar.

Ref: Ayu chomala" http://dfreshzacaim.blogspot.com/"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar